10 Kiat Agar Anak Rajin Shalat

Sebagai Muslim, kita tahu pentingnya mendirikan shalat yang merupakan pilar terpenting Islam setelah syahadat. Karena itu, sebagai orang tua tentu kita juga ingin bisa membiasakan anak shalat sejak dini.

Ingin kan Ayah/Bunda, anak punya rasa cinta dan kerinduan untuk dengan teratur menunaikan shalat tanpa perlu disuruh apalagi dipaksa. Untuk itu, anak perlu memahami, bahwa shalat merupakan kewajiban sekaligus kebutuhan batin mereka. Tapi bagaimana ya, caranya?

Berikut, Saku Yatim merangkum 10 cara yang bisa Ayah/Bunda coba:

1.Beri Contoh

Anak-anak suka meniru orang tua mereka. Jadi, biarkan anak melihat bagaimana kita bergegas mengambil air wudu, memakai mukena dan menggelar sajadah begitu suara azan terdengar, Ayah/Bunda.

Ya, karena sebagai orang tua, kita adalah contoh utama bagi anak tentang apa artinya menjadi seorang Muslim. Jadi jika kita memprioritaskan shalat dan tidak pernah menunda atau melewatkannya, anak akan merekam dan tumbuh dengan memahami betapa pentingnya shalat.

Setiap waktu shalat tiba, katakan pada anak, “Ibu punya janji dengan Allah. Jadi Ibu tidak ingin dan tidak boleh terlambat!”

2.Waktu keluarga

Salah satu cara mendorong sikap positif terhadap shalat, adalah menjadikannya praktik kolektif. Maka selain mencontohkan anak shalat, cobalah untuk shalat berjemaah setidaknya sekali sehari bersama seluruh anggota keluarga. Ajak dan panggil si kecil untuk shalat bersama walau ia belum hafal bacaan maupun gerakannya.

Jangan lupa, ingatkan Ayah untuk mengajak anak-anak laki-laki shalat Jumat sesering mungkin ya, Bunda. Shalat Jumat berjamaah di masjid sangat penting dan akan memberi anak rasa identitas yang kuat termasuk dorongan untuk jadi lebih rajin shalat!

3.Mulai Sejak Dini

Diriwayatkan Abu Daud, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”

Dalam hadis itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan orang tua untuk memukul anaknya apabila meninggalkan shalat pada usia 10 tahun. Namun dalam video yang diunggah di YouTube oleh kanal “Semua Murid Semua Guru”, Ustaz Quraish Shihab menjelaskan bahwa Anda harus bijak dalam memahami arti kata memukul dalam hadis tersebut. Sebab, kata memukul atau “dharaba” dalam Bahasa Arab, memiliki tafsir yang luas.

“Orang yang berjalan itu juga dinamai “memukul” bumi. Mereka yang mendendangkan lagu di telinga anak juga dikatakan “memukul-mukul” telinga,” jelas Quraish Shihab dalam video itu.

Ia lalu memaparkan yang perlu ditanamkan pada anak adalah kebiasaan untuk shalat sejak dini. Dengan begitu, tanpa dipaksa dan tanpa harus menunggu usia 10 tahun pun, anak akan merasa butuh untuk menjalankan ibadah shalat.

4.Mulai dari Langkah Kecil

Tak perlu langsung berharap anak mendirikan shalat lima waktu, Ayah/Bunda. Mulailah dari langkah-langkah kecil. Ajak anak ikut shalat bersama Anda, atau bila belum mau, biarkan anak sekadar ikut duduk dengan mukena di samping Anda.

5.Jelaskan dengan Visual

Anak-anak sulit memahami hal yang abstrak. Sebaliknya, mereka bisa merespons dengan baik gambar atau isyarat-isyarat visual.

Apa artinya? Bantulah anak memahami dan mengingat waktu shalat. Misalnya dengan menggantungkan gambar jarum jam yang menunjukkan 5 waktu shalat di suatu tempat di rumah yang mudah dilihat anak atau poster yang menunjukkan gerakan-gerakan shalat di kamarnya.

Bisa juga, buatkan anak papan shalat! Untuk setiap shalat yang dilakukan anak tepat waktu, mereka bisa menempelkan stiker orang tersenyum atau mewarnai gambar bintang dengan warna kuning. Katakan pada anak, ini jadi tanda atau pengingat bahwa Allah senang ia sudah melakukan shalat.

Jika shalatnya terlambat atau bahkan terlewat, stikernya orang bersedih atau warna bintangnya jadi hitam sebagai pengingat bahwa Allah tidak suka kalau kita meninggalkan shalat.

6.Siapkan Ruang Istimewa

Jika memungkinkan, coba alokasikan ruang atau setidaknya sudut khusus untuk shalat di rumah. Anak-anak akan mengerti betapa pentingnya shalat yang bahkan sampai memiliki ruang khusus di rumahnya. Ajari juga anak bahwa ruangan ini adalah ruang istimewa yang hanya digunakan untuk shalat dan harus dijaga kebersihan serta kerapihannya.

7.Kenalkan pada Allah

Tanpa pemahaman akan Sang Pencipta, shalat menjadi sekadar ritual bagi anak yang tidak memiliki koneksi spiritual dan emosional dengan Tuhan-nya, Allah SWT.

Karena itu sejak dini, sampaikan pada anak Anda tentang bagaimana Allah menyayanginya, menciptakan segalanya dan bagaimana Allah menyediakan semua yang kita nikmati, dan akan melindungi mereka. Ini akan menanamkan cinta yang mendalam kepada Allah di hati anak.

8.Jadikan Nabi Muhammad SAW Pahlawan Mereka

Tentu saja, Anda juga perlu sering bercerita tentang sosok Nabi Muhammad SAW, kepada anak. Sehati-hari, bacakan anak cerita tentang kehidupan, perjuangan dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ingatkan bagaimana kita harus meneladaninya dalam berperilaku.

Ketika anak mencintai dan mengidolakan Rasulullah, mereka akan ingin menirunya termasuk jadi rajin shalat karena Rasul pun melakukannya!

9.Rayakan!

Ketika anak Anda berusia tujuh tahun, buat perayaan atau pesta kecil! Undang sepupu-sepupu atau teman-teman mereka untuk berbagi kegembiraan karena ia memasuki tahap baru ini dalam hidupnya.

Beri anak sajadah, mukena atau sarung, atau jam alarm adzan sebagai hadiahnya. Anak pasti gembira dan bangga bahwa ia kini dapat mulai shalat seperti Anda dan ayahnya.

10.Terus Konsisten

Meskipun kita ingin anak-anak rajin shalat, akan ada saatnya ketika mereka merasa malas dan tidak mau shalat. Tak perlu marah atau memaksa, tapi teruslah konsisten dan ingatkan mereka untuk tidak melewatkan shalat sebagai kewajibannya.

sumber : link

2 Comments

  • Abu hanif Juli 27, 2022 8:29 am

    Alhamdulillah… artikel.nya bagus, semoga kami bisa mempraktekan nya.

    Maju terus buat saku yatim

    • Saku Yatim Juli 28, 2022 4:32 am

      Aaamiin 3x Ya Rabbal Alamin. Alhamdulillah.. Jazakallah Khair sudah memberikan komentar pada artikel kami

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *