17 Cara Mendidik Anak Laki-Laki Menurut Islam, Yuk Ikuti!

Sudah menjadi kewajiban setiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya sebaik mungkin. Namun, ada cara mendidik anak laki-laki dalam Islam yang Bunda harus tahu. Ayah & Bunda dapat meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam cara mendidik anak laki-laki menurut Islam. Seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mencontohkan cara mendidik anak laki-laki dengan rasa sayang dan penuh kesabaran. Tidak membentak, tetapi tegas dalam urusan agama.

Cara mendidik anak secara umum adalah sama, yaitu mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai islami agar ia menuju ke jalan yang lebih baik. Namun, Bunda  perlu mengetahui perbedaan cara mendidik anak perempuan dan cara mendidik anak laki-laki yang cukup menonjol. Berikut ini beberapa teladan Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam cara mendidik anak laki-laki menurut Islam.

1. Mengajarkan Ilmu Tauhid dan Akidah

Cara mendidik anak laki-laki yang pertama adalah dengan mengajarkan ilmu tauhid atau ilmu tentang ketuhanan dan akidah (keimanan). Kedua ilmu ini sangat penting untuk diajarkan pada anak sejak dini. Rasulullah SAW juga mengajarkan anak-anaknya untuk mengucap kalimat syahadat, Lailaha illaallah yang artinya tiada Tuhan selain Allah.

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah.”

“Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman)

Niscaya, dengan menerapkan cara mendidik anak laki-laki ini akan membawa ia untuk dapat memimpin keluarganya di waktu akan datang dengan bekal ilmu akidah.

2. Mengajarkan Ilmu Agama

Ilmu agama bisa menjadi pondasi kehidupan seorang anak di masa depan. Karena itu, cara mendidik anak laki-laki Bunda  adalah dengan menanamkan pondasi ini sedini mungkin. Apalagi, nantinya anak laki-laki akan menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ummat. Bunda & Ayah bisa mengajarkan ilmu agama sebagai cara mendidik anak laki-laki menurut Islam dengan cara sederhana, seperti:

  • Membiasakan anak membaca doa sebelum dan setelah melakukan sesuatu
  • Mengajarkan doa-doa harian
  • Mengenalkan sosok Nabi dan Rasul, dan meneladani sikapnya dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengajari membaca Al-Quran dan mengimaninya
  • Mengenalkan anak pada rukun iman dan rukun Islam

Bunda & Ayah  juga bisa membacakan buku cerita Islami tentang Nabi dan Rasul, atau buku mengenai akhlak terpuji. Dari kebiasaan sederhana ini, anak laki-laki akan mengenali agamanya dan menjadikan pondasi dalam kehidupannya kelak.

3. Mengerjakan Tata Cara Salat

Salat termasuk kewajiban yang harus dilakukan seorang muslim. Karena itu, seorang anak wajib belajar salat dan membiasakannya sejak kecil. Cara mendidik anak laki-laki dengan salat juga perlu diterapkan untuk anak perempuan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

Pada usia tujuh tahun, anak laki-laki maupun perempuan sudah wajib melaksanakan salat. Sehingga wajib bagi orang tua untuk mendidik anak agar taat terhadap perintah Allah SWT.

4. Mengajarkan Ibadah Puasa

Cara mendidik anak laki-laki selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk melakukan rukun Islam ketiga sangat dianjurkan. Ayah dan Bunda bisa mengajarkan si Kecil berpuasa setengah hari, bila belum mampu. Jika ia sudah mampu, biasakan untuk berpuasa hingga waktu berbuka.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul.

Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

5. Mengajarkan Anak untuk Menjadi Pemimpin

Anak laki-laki kelak akan menjadi pemimpin dan menjadi seorang imam yang baik pula untuk keluarganya. Membuat anak menjadi mandiri dan seorang pemimpin adalah bagian dari cara mendidik anak laki-laki menurut Islam. Karena itu, mengajarkan Si Kecil menjadi seorang pemimpin perlu Ayah dan Bunda lakukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT sebagai berikut:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). (QS. An-Nisaa’: 34).

Ayah dan Bunda bisa mengajarkan Si Kecil untuk bersikap adil, tegas maupun mandiri sesuai tempatnya. Misalnya dengan menceritakan kisah teladan Nabi dan Rasul sehingga mereka bisa meneladaninya. Jangan lupa untuk selalu mencontohkan sikap-sikap kepemimpinan sebagai cara mendidik anak laki-laki langsung, agar ia meniru apa yang orang tuanya lakukan ya.

6. Bertanggung Jawab dan Mandiri

Rasa tanggungjawab wajib ditanamkan sejak dini sebagai salah satu cara mendidik anak laki-laki. Hal ini akan membuat anak memahami kewajiban dan kodratnya sebagai laki-laki. Anak laki-laki yang bertanggung jawab nantinya akan bermanfaat untuk keluarganya dan orang lain. Cara mendidik anak laki-laki dengan memupuk tanggung jawab untuk dirinya sendiri dan orang lain perlu ditanamkan sejak usia dini. Sedangkan kemandirian merupakan salah satu kunci menjadi orang yang sukses dan behasil di masa depan. Anak laki-laki yang sudah terbiasa mandiri akan mudah mengatur berbagai urusannya sendiri. Misalnya saat mengatur keuangan rumahtangga maupun pekerjaannya nanti.

7. Mengajarkan Akhlak Mulia dan Berbakti pada Orang Tua

Cara mendidik anak laki-laki yang seterusnya adalah mengajarkan akhlak pada anak. Kebaikan seseorang akan dinilai dari dua hal, yaitu agama dan akhlaknya. Karena itu, ajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anak, tentang akhlak baik dalam Islam, bagaimana berperilaku baik dengan orang lain dan sebagainya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Selain itu, berbakti pada orang tua juga merupakan hal yang harus dibiasakan sejak dini.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.

” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau.

Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

8. Mengajari Al-Quran

Mengajarkan dan memahami isi Al-Qur’an adalah cara mendidik anak laki-laki dengan benar. Memahami dan memaknai arti Al-Quran akan membuat anak menjadi seseorang yang saleh. Serta menjaga kebersihan hatinya dari iri, dengki dan penyakit hati lainnya. Rutin membaca Al-Qur’an akan membuat diri terasa lebih tenang dan dapat menjalani hari-hari dengan lebih matang. Selain itu, cara mendidik anak laki-laki ini akan membuat anak itu dapat menjaga diri dan hatinya sampai kelak nanti ada istri yang sudah pantas untuknya. Jangan sampai anak laki-laki terjebak pada hal-hal yang buruk, apalagi sampai pada pergaulan bebas.

9. Rasa Bersyukur

Salah satu cara mendidik anak laki-laki lainnya adalah agar senantiasa rendah hati dan menanamkan kebiasaan bersyukur atas karunia Allah sejak dini. Kenalkan anak-anak atas rezeki yang dilimpahkan Allah SWT yang tidak akan pernah bisa kita balas sebagai manusia. Selain dengan mengucap Alhamdulilah, mengajak dan membiasakan anak salat malam adalah salah satu cara menanamkan kebiasaan bersyukur pada anak. Ini bisa diterapkan dalam cara mendidik anak laki-laki usia 15 tahun dengan membangun disiplin dan kebiasaan yang baik. Secara perlahan anak akan semakin menganggap penting untuk merasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.

10. Mengajarkan Anak untuk Selalu Menyayangi

Mengajarkan anak untuk selalu menyayangi adalah cara efektif untuk mendidik anak lelaki agar memiliki rasa kasih sayang yang tulus, tidak mudah menyakiti hati orang lain. Ajarkanlah anak selalu untuk menyayangi dan menghargai orang lain sejak dini yang diawali dari kebiasaan orang tua. Dilansir dari Almanhaj.or.id, bahwa sahabat nabi yang bernama Aqra’ bin Habis, mengatakan: “Aku mempunyai sepuluh orang anak, (namun) aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka,” maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

Artinya: Barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak disayangi.

Ini membuktikan bahwa bila orang tua menginginkan anak yang lemah lembut dan menyayangi orang lain, terutama keluarganya, orang tualah yang harus memberi contoh pada anak sejak dini.

11. Jangan Terlalu Banyak Melarang Anak

Jangan pernah terlalu banyak melarang dan menekan apalagi sampai psikologisnya terganggu. Biasanya anak laki-laki yang kerap ditekan akan menjadi pemberontak dan tidak respek kepada orang tua. Dia punya kecenderungan untuk jadi anak nakal yang melawan orang tua. Selain itu, dilansir dari Psychologytoday, terlalu sering melarang anak di mana mereka selalu menerima umpan balik yang negatif, dapat merusak perkembangan kesehatannya.

12. Jangan Pernah Menghukum dengan Kekerasan Fisik

Untuk mendidik anak laki-laki jangan sekali-kali mendidik anak dengan kekerasan. Hal itu akan menjadikan anak laki-laki kelak menjadi anak yang kasar dan tidak memiliki perasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan seorang pendidik yang baik dan lemah lembut. Sebagai umat muslim, tentunya kita harus mengikuti setiap ajaran dan teladannya. Sifat kelembutan dan kasih sayang menjadi simbol, apalagi kepada anak-anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: Dan sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan mengingat Allah dengan banyak.

13. Ajarkan Anak untuk Tidak Egois

Ajarkan pada anak laki-laki untuk tidak egois dan dapat menempatkan diri untuk mendahulukan orang lain. Hal ini akan mengajarkannya menjadi orang yang sopan, tidak sombong, dan mau menghargai orang lain. Ini juga merupakan salah satu ajaran dalam Islam yang dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Lukman: 18)

14. Awasi Tontonan dan Bacaan Anak

Kepribadian anak sangat dipengaruhi tontonan dan bacaan yang dikonsumsi anak. Maka, pastikan bahwa dari kecil, anak sudah diperkenalkan pada tontonan dan bacaan yang sarat dengan tokoh perempuan yang hebat dan menginspirasi. Hindari juga film, buku, atau video game yang mengandung unsur kekerasan dan hal-hal buruk lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka… (QS. Tahrim: 6)

15. Dukung Anak untuk Mengolah Emosinya dengan Baik

Feminisme berarti setiap orang berhak untuk menjadi dirinya sendiri dan mengungkapkan perasaannya secara jujur. Begitu juga dengan anak laki-laki. Daripada mengajarkan bahwa laki-laki sejati tak seharusnya menangis, ajarkan anak untuk mengolah emosinya dengan baik. Seperti halnya anak perempuan, anak laki-laki juga sebenarnya memiliki hati yang lembut dan penuh kasih.

Jika si kecil sedang marah atau sedih, tanyakan apa yang ia rasakan dan dengarkan ceritanya dengan penuh perhatian. Anakpun belajar bahwa amarah atau sifat agresif bukanlah cara terbaik bagi laki-laki untuk mengungkapkan perasaannya.

16. Hindari Stereotip yang Terlalu Kaku

Untuk menanamkan pada anak bahwa siapapun bebas menjadi dirinya sendiri, hindari stereotip soal gender yang kaku. Misalnya, anak laki-laki harus main mobil-mobilan sementara anak perempuan main boneka. Beri kebebasan anak untuk memilih sendiri mainan, baju, warna, atau cita-cita yang disukainya. Selain itu, tak perlu terlalu membeda-bedakan anak laki-laki dengan kakak atau adik perempuannya, misalnya soal pembagian tugas rumah tangga. Ajari anak laki-laki untuk memasak dan ajari kakak perempuannya untuk membetulkan keran yang bocor.

17. Menumbuhkan Empati pada Anak

Kepekaan dan rasa menghargai terhadap perempuan perlu dilatih sejak kecil. Caranya adalah mengajak anak untuk lebih peduli pada orang-orang di sekitarnya, seperti teman sekolah, kakak, atau adiknya. Apalagi jika orang tersebut adalah seorang perempuan. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Artinya: Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.(HR Muslim: 3729) Nah, itulah cara mendidik anak laki-laki menurut Islam yang bisa Ayah & Bunda  lakukan. Semoga informasi ini bermanfaat!

sumber : link

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *