5 Cara Menenangkan Hati dalam waktu 15 menit

Ketika kecemasan berlebihan akibat stres pikiran melanda, seseorang akan sulit berpikir jernih. Apalagi disaat wabah pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum tuntas. Hati dan pikiran kita kita selalu tidak tenang apabila berkegiatan di luar rumah ataupun sedang di tempat yang banyak orang berkumpul.

Agar selalu tetap sehat, pikiran dan hati kita harus diupayakan agar tenang agar stres tidak melanda pikiran. Apabila stres maka sudah dipastikan imunitas tubuh kita akan menurun dan virus corona maupun virus penyakit yang lainnya akan lebih mudah menyerang tubuh kita. Untuk itu coba 5 cara menenangkan hati dan pikiran dan waktu 15 menit ini.

  1. Berpikir positif

Kecemasan membawa banyak hal dan pikiran yang negatif, dan karena itu sangat penting untuk mencoba berpikir positif. Berpikir positif akan membawa dampak baik pada upaya untuk mengatasi kecemasan dan cara menghilangkan ketakutan berlebihan.

  1. Berdoa

Berdoa adalah cara menenangkan jiwa dan fikiran paling mudah yang bisa kita lakukan, dan ada waktu waktu mustajab untuk kita berdoa. Baca pelan pelan dan resapi serta pahami makna nya maka akan menimbulkan ketenangan di hati.

  1. Cari Tempat Sunyi

Menurut seorang ahli psikologi kognitif Pierce Howard dalam bukunyaThe Owner’s Manual of the Brain, pergi kesuatu tempat dimana kamu memilki privacy bisa menjadi cara terbaik untuk menenangkan pikiran. Pierce Howard meyarankan untuk tempat ibadah yg belum pernah dikunjungi, sehingga terasa tenang dan suasana baru, coba ibadah dg khusyu diwaktu tersebut. Atau Jika kamu dirumah, masuk ke kamar tidur atau tempat yang terasa menyenangkan.

  1. Luapkan Unek-Unek

Coba hubungi teman terdekatmu. Pastikan untuk memberitahu dia untuk tidak mencoba untuk memberi solusi apapun, tapi hanya perlu mendengar. Setelah kamu selesai mengeluarkan unek-unek, sangat disarankan untuk melepaskannya kembali.

  1. Teknik Pernapasan

Tarik nafas dalam-dalam sebanyak 10 kali. Pernafasan nyatanya dapat membantumu memulihkan keseimbangan antara sistem saraf parasympathetic (atau restoratif) dan saraf sympathetic (lari atau lawan), untuk melindungi reaksi alamiah tubuh terhadap situasi yang membuatmu stres, hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh Brian Knutson, seorang asisten Profesor psikologi dan Neuroscience di Stanford University.

Selamat mencoba.
Barokallahu lana walakum, Aamiin3x 🤲

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *